Kalo kata temen gue, karena gue anak madrasah, jadi gue harus selalu bersikap alim dan mengucapkan salam ketika memulai sesuatu (bukannya bismillah ya? :/).
Sebenarnya, dia ga perlu ngomong gitu, karena gue sendiri udah alim. *backsound: aku ganteng*
Gue mau cerita, sebenarnya bukan cerita yang menarik, apalagi seru. Tapi, yah, namanya semua orang hidup punya cerita kan yah, jadi, ya, biarkan saja saya bercerita yah, oke yah? YAAAAAHHHH (bau)
Jadi, dimulai aja ya...
Gue bingung, ada apa dengan kuping gue? atau lebih tepatnya, gendang telinga gue, atau lebih tepatnya saluran eustachius gue, atau lebih tepatnya, OTAK GUE???
Ga, bukan berarti gue cedera otak, terus gue amnesia kaya film The Vow. Bukan berarti gue juga mau beli bubur di Tukang Haji Naik Bubur, karena tukang buburnya aja udah ngga ada. *backsound: teretterettt*
Masalah sepele, mungkin, ya. Tapi bagi gue udah ngga sepele. Gue menjadi takut. gue merasa tidak aman. Masalah gue adalah.....
GUE SALAH DENGAR.
Benar!! ternyata, ternyata aku salah, salah dengar~
Mungkin wajar ya, mugkin karena saat itu keadaan sedang berisik, atau mungkin volume orang yang lagi ngomong ke gue itu kecil. Tapi, yaaa.... coba deh, saat itu gue abis jemur baju di tempat jemuran di belakang asrama, terus gue masuk lewat tempat westafel, pake sendal, karena diluar sana lantainya tidak higenis untuk diinjak dengan kaki tanpa alas kaki. Terus, temen gue ngeliat gue pake sendal warna merah abu-abu. Dengan indahnya melangkah tanpa dosa, tanpa harta, cuma bawa ember tempat baju. Terus, dia berkata...
Mita: "Can!.................." (ngomong apa gue ga denger)
Cani: "Ha? Apa?" (dengan jarak kurang dari 1 meter)
Mita: "Ituuu sendal looo"
Cani: "lantainya kotor neekk"
Mita: "iya, tapi,..................." (ini juga gue ga denger)
Cani: (teriak) "Ha? GUE GAPUNYA SEPATU RODA!"
Mita: "..............................." (hening panjang)
Cani: "Iya, nek gue gapunya sepatu roda. Emang lo mau ngapain? Mau main sepatu roda? Ikut dong. Nanti gue ikutan minjem juga."
Mita: "Apaan sepatu roda sih..."
Cani: "Tadi lo bilang mau pinjem sepatu roda."
Mita: "Gue bilang, TAPI BATAS SENDAL LO SAMPE SITU AJAA."
Cani: "Oh, kok lo ga bilang..." (lepas sendal) (lari)
MIta: *manggil orang sekampung sambil asah golok*
Bodoh ya? Iya kan-_-
Ada lagi, waktu itu di kelas, guru matematika gue mau pinjem flashdisk, gue kasih staples sambil tersenyum malaikat. Disitu, guru gue bilang. "Eh.... nak lisani, ibu mau pinjam flashdisk, bukan staples...." MAMPUS! senyum malaikat gue memudar, diganti dengan suara temen gue yang ketawa ngakak kaya setan kecil (walaupun dia ga kecil) dan berakhir dengan temen gue bilang ke gue, "punya kuping tuh dikorek, can. Ga ngotak lo" gue hanya... "........" sambil nonjok lengan dia.
sebenarnya, banyak kebodohan gue (atau ke-nggak-jelasnya-apa-yang-kuping-gue-denger) yang kaya gitu. Entah di asrama, entah di kelas, banyak deh.
ngomong-ngomong tentang kelas, gue mau post tentang anak-anak kelasan gue, yaituu.....
Terdiri dari 30 orang.
yang unik, adaa.
yang galau, adaa.
yang random, adaa.
yang maho, adaa.
yang cantik juga ada, salah satunya gue.
HAHAHAHAHAHA
Sekian, kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamualaikum!


No comments:
Post a Comment